Setiap pasangan pasti berselisih paham
Setiap pasangan pasti menemukan ketidak cocokan
hingga pada akhirnya, yang menjadi pasangan
akan menjadi masa laluBeberapa tahun yang lalu, aku memang sempat menjalin hubungan yang cukup dekat dengan seorang cowok. Dia cowok yang beberapa kali pulang bareng naik bis denganku. Beberapa kali bercanda dan ledek-ledekan.
Ah, cerita masa SMA tentang cinta pertama.
Aku dan dia sempat pacaran sekitar empat bulan, tapi ya namanya pacar pertama memorynya selalu terkenang. Bukan, bukan tentang orangnya, tapi tentang "kenangannya".
Bebrapa waktu setelah itu, kita mendadak kaku, musuhan, ga jelas lah pokoknya. bener-bener galau masa SMA gitu. Sampai pada akhirnya kita deket lagi tapi karena suatu hal, kita gabisa balikan lagi.
Setelah itu hubunganku dan dia semakin memburuk. Bener-bener musuhan dan saling menjauh bahkan ada beberapa drama juga didalemnya dimana beberapa orang ikut campur. Males rasanya inget-inget waktu itu.
Tapi ga berapa lama,dia punya pacar baru. Aku yang sebelumnya emang udah kenal tapi gak deket, gak tau kenapa jadi deket sama pacarnya. Akhirnya kita sering double date dan lain-lain.
Aneh sih rasanya karena waktu itu dia juga canggung ke aku.
Seiring berjalannya waktu, aku ulai biasa aja dengan dia walau dia merasa aku nyakitin perasaanya sih kayaknya padahal dulu aku pernah lebih sakit *oke ini alay--SKIP*
Tapi intinya, sampai sekarang aku merasa udah berdamai dengan dia dan cerita-cerita tentang dia. He play victim and he always said I'm cruel but I think I didn't do that, I just being honest to my feeling and what I see is he didn't understand his feeling.
Now, Ihope he become more mature and realistic man, cause I think 22 years old are no longer boy anymore.
Marilah berdamai dengan masa lalu, cause I already there.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar